bagi yg belum membaca bagian pertama, silahkan klik link dibawah ini
http://sadono.wordpress.com/2009/05/29/si-atom-mengapa-langit-malam-itu-gelap/#comments
………………………………………………………………………………………………..
Akhirnya malam tiba juga. Atom sudah tidak sabar menunggu jawaban dari ayahnya mengenai perihal langit gelap.
“Bagaimana, Yah? sudah dapat jawabannya?”
“Iya, lumayan. tadi pagi ayah tanyakan ke teman ayah yg suka baca buku fisika.”
“Ada beberapa penjelasan mengenai langit gelap ini. Yang pertama, kecepatan cahaya itu terbatas. walaupun cahaya itu sangat cepat sekali, karena luar angkasa itu sangat amat luas, cahaya bintang butuh waktu yg lama untuk sampai ke bumi dan dapat kita lihat. sama seperti jika semua orang di dunia mau main ke rumah kita dengan jalan kaki. rumah kita tidak akan penuh2 karena orang yg tinggal di tempat yg jauh butuh waktu lama untuk sampai ke tempat kita.”
“oo, begitu yah. berarti cahaya bintang yg kita lihat itu cahaya yg sudah berjalan jutaan tahun yah. kaya melihat kemasa lalu donk. terus ada penjelasan apa lagi, yah?”, tanya Atom dengan antusias.
“Penjelasan yg kedua karena alam semesta ini memiliki umur yg terbatas. dan tentu saja bintang juga ada dalam jangkauan waktu tersebut. jadi kita belum menerima cahaya bintang dari jarak yg cukup jauh.”
“yang ini sepertinya mirip dengan penjelasan sebelumnya. ayah jadi bingung ngasih contoh apa. langsung ke penjelasan selanjutnya yah.” tambah sang ayah.
“OK”, jawab Atom.
“Penjelasan terakhir itu karena adanya efek dopler yg disebabkan oleh mengembangnya alam semesta.”
“Efek dopler itu apa?”, potong Atom.
“Efek dopler itu perubahan panjang gelombang yg disebabkan oleh bergeraknya sumber bunyi/gelombang atau penerima bunyi/gelombang. contoh umumnya seperti suara sirine mobil ambulan yg terdengar melemah ketika bergerak menjauhi kita dan terdengar menguat ketika mendekati kita. begitu juga dengan cahaya bintang. karena alam semesta mengembang, jarak bintang dengan bumi semakin jauh seiring dengan berjalannya waktu sehingga cahaya bintang terurai menjadi tidak terlihat.”
“kayak manggang roti kismis ya, Yah? jarak kismisnya makin lama makin jauh.” sahut Atom.
“iya, bisa dibilang begitu.”
Sang ayah menambahkan lagi, “Tapi sebenarnya penjelasan inipun masih banyak yg memperdebatkannya di dunia ilmu pengetahuan. Ayah juga sebenernya masih belum begitu mengerti banyak tentang hal ini. makanya kamu sekolah yg pinter, dan pecahkan semua misteri yg ada di alam semesta ini.”
Angin semilir membuat malam yg tenang ini semakin nikmat. Pasangan ayah anak itu terdiam memikirkan betapa hebat dan rumitnya ciptaan Tuhan ini. sudah dipikirkan dan diteliti ribuan tahun pun masih ada hal2 yg tak dapat dipecahkan. Jika ciptaannya saja sehebat ini, bagaimana dengan sang pencipta. sungguh kita ini sangat kecil dan tidak ada bandingannya.
“besok kita pergi ke perpustakaan kota yuk. iseng baca2 buku, tambah pengetahuan”, sang ayah memecahkan keheningan.
“Ayuuk….”, jawab Atom dengan semangat membayangkan ilmu apa lagi yg bisa ia dapat esok hari.
…………………………….
Omake
Kisah si Atom ini dibuat ketika aku lagi iseng ingin membuat tulisan mengenai pelajaran di kelas dengan bahasa yg anak kecil pun senang membacanya. tapi ternyata tidak semudah yg dibayangkan. selain aku tidak bisa menulis dengan tata bahasa yg baik dan menarik, ilmu yg mau aku sampaikan pun belum sepenuhnya aku kuasai sehingga bagian kedua ini lama sekali ditulis dan mungkin juga tidak memuaskan.
Tapi aku masih mau mencoba membuat kisah pengetahuan untuk anak2 ini. lain kali mungkin akan kucoba dengan bahasan yg lebih mudah lagi.
salam dari penulis (sangat amat) pemula
Komentar Terakhir